Hamparan kosong mengema tiba-tiba ku dengar sayembara besar yang membuat sempitnya asa untuk tonggak datangnya hari besar Bola kehidupan terkapar mebjadi dua cahaya terang menjadi buta suara desir ombak tumpah penghuni tanah terombang ambing didataran pasir jeritan penghimpun dosa menuai telinga Beberapa gunung jadi pusar kehidupan sabg hawa memiliki sang adam malam datang gelap menghimpun siang bercakrawala dan mencekam Lapisan dunia di gulung tujuh awan menyapu hamparan kehidupan lorong kejahatan menikam seperti hembusan cetakan hunian Malaikat berkata "biadapnya kelakuan mu " penghimpun pahala bersorak gembira atas kemenangannya menuju Sang Kolik pendosa merasakan sakit sampai batas akhir Saat terbelahnya dumi menjadi dua hari itu benar-benar ada tak seorang pun bisa berlindung atas porak porandanya alam semesta
Selasa, 14 Mei 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cek ...
BalasHapusCek
Hapuscek
Hapus